Budidaya kepiting bakau sudah tersebar luas di seluruh Indonesia. Kepiting bakau merupakan salah satu sumber daya pesisir yang memiliki nilai ekonomis dan mengandung gizi, protein dan lemak yang cukup tinggi bagi kesehatan dan pertumbuhan, bahkan pada telur kepiting kandungan proteinnya sangat tinggi, yaitu sebesar 88,55% (Jurnal Biotropikal, 2020). Dengan nilai komposisi demikian, komoditas ini sangat digemari konsumen luar negeri dan menjadi salah satu makanan paling bergengsi di kalangan mereka. Luasnya penyebaran budidaya kepiting bakau menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang menghasilkan produksi kepiting bakau yang cukup tinggi. Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan pada habitat perairan pantai, khususnya di daerah hutan mangrove. Kawasan hutan mangrove di seluruh wilayah Indonesia yang cukup luas dapat menjadikan Indonesia menjadi pengekspor kepiting bakau yang cukup besar dibandingkan dengan negara lain. Scylla serrata ( Kepiting Bakau ) merupakan usaha dalam kategori Budidaya tahap bertumbuh. Scylla Serrata adalah usaha tahap bertumbuh dengan menggunakan Inovasi System Apartemen yang dapat mengefesiensi lahan budaya serta efesiensi hasi panen

Sejarah Scylla serrata berdiri sejak tahun 2021 dimulai dari 1 kolam kepiting bakau dengan ukuran kolamnya 1 berukuran 100 meter × 100 meter, hingga mendapat pendanaan P2MW 2024 berkembang menjadi 3 kolam kepiting. Kondisi usaha saat ini, Scylla serrata Sudah Memiliki 3 kolam dalam proses membudidaya kepiting bakau, yang terletak di Kp. Sentosa Barat Lk xx Canang, Kota Medan , hasil panen perbulan yang scylla serrata dapatkan sebanyak 230 Kg/Bulan, yang dimana konsumen yang banyak membeli adalah Restauran Seafood, Pedagang Kepiting/seafood dipasar dan Ibu Rumah Tangga, sekarang Scylla Serrata juga sudah memiliki Legalitas NIB dan sedang proses pembuatan HKI Merek








